Waduh pertanyaan kok jadi seperti ini? Harusnya dibalik menjadi Perencanaan Keuangan Keluarga
itu untuk Kepentingan Siapa? Saya rasa pertanyaan kedua cukup untuk
menjawab pertanyaan yang pertama tadi karena sudah tentu jawabannya
adalah untuk kepentingan bersama , maka tanggung jawabnya pun adalah
bersama. Fair kan?
Jadi kita harus menyadari bahwa Perencanaan Keuangan Keluarga
itu haruslah menjadi tanggungjawab bersama sebagai sebuah keluarga yang
terdiri dari Bapak, Ibu dan Anak. Seorang suami haruslah mengajak sang
istri untuk duduk bersama memikirkan rencana mereka ke depan sehingga
keduanya dapat menyalami bersama apa sih yang harus mereka butuhkan baik
menyangkut kebutuhan dana jangka pendek maupun panjang bahkan dana
emergency, lalu apa sih yang harus mereka persiapkan, dan apa sih yang
harus mereka lakukan. Istri sebagai pendamping suami haruslah mendukung
komitmen perencanaan keuangan keluarga yang telah dibikin,
terutama dengan mengikuti pola pengeluaran hidup yang sejalan dengan
rencana itu. Yah ibarat kata kita mau jadi orang yang smart lah…pintar
memilah milah mana yang memang diperlukan, cari yang harganya ekonomis,
cara pembayaran yang mudah dan murah. He..he..tujuannya untuk jadi orang
yang bijak, hemat dan smart yah..terserah kalo orang lain bilang kita
jadi orang pelit..he..he…tapi yang penting kita tidak kikir
kan..he..he..Hayo coba pilih bergaya gayaan bak orang kaya tapi tagihan
kredit card menumpuk dan tiap bulan gak bisa bayar full hanya dicicil
doank atau bergaya yang wajar tapi punya tabungan dan investasi keluarga….pilih mana?
Apa Cuma sampai suami istri saja , maka jawabannya adalah tidak
..karena anak-anak haruslah diajarkan dan turut mendukung rencana
keluarga ini. Anak-anak yang merupakan Titipan Tuhan buat kita di dunia
ini juga harus diajarkan sejak dini supaya mereka belajar untuk
bertanggung jawab. Janganlah dituruti semua apa yang mereka minta,
melainkan berikan uang jajan dan kebutuhannya dalam bentuk bulanan yang
wajar supaya mereka belajar untuk mengatur keuangan sejak dini. Kalo
tidak terpaksa jangan berikan kredit card, karena hal ini akan memancing
mereka untuk melakukan pengeluaran konsumtif yang lebih besar. Coba aja
anda analisa total pengeluaran anda sebelum dan sesudah memiliki kredit
card. Cobalah bijak menggunakan kredit card hanya untuk keperluan
tertentu dan dihitung berapa yang udah anda pakai….sehingga anda tidak
akan terjebak dengan alat pembayaran yang satu ini. Ingat lo…Kredit Card
akan berfungsi baik apabila kita baik dan bijak dalam menggunakannya.
Kalo anak-anak bilang teman teman mereka punya kredit card….bilang aja
ah dulu papa dan mama waktu sekolah dan kuliah juga gak punya kredit
card…toh happy happy aja dan jadi punya seni untuk mengelola keuangan
kita lo……nah di situlah anda harus menjelaskan kepada mereka. Jangan
meracuni anak-anak sendiri dengan kehidupan yang serba konsumtif, karena
kasihan mereka kelak karena mereka menjadi tidak mandiri dan yang akan
pusing adalah anda sendiri nantinya. Percaya atau tidak? Anda sendiri
yang harus membuktikannya kelak.
Marilah kita sebagai bagian dari komponen keluarga untuk wajib mendukung perencanaan keuangan keluarga!








0 comments:
Posting Komentar