Masalah perencanaan keuangan keluarga
memang telah menjadi topik yang hangat dewasa ini, karena semakin
banyak orang yang mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya perencanaan
keuangan keluarga itu. Lalu bagaimana caranya supaya perencanaan keuangan itu benar-benar menjadi kenyataan?
Ternyata
masalahnya adalah di diri kita sendiri. Bermacam-macam tipe manusia di
dunia ini karena ternyata semua orang memang punya impian dan ingin
hidup yang nyaman dan enak , lalu punya segudang ide dan cita-cita, tapi
seberapa banyak dari mereka yang benar-benar mau merealisasikan ide-ide
dan cita-citanya itu atau impiannya supaya bisa hidup enak? Ingat semua
ada harga yang harus dibayar, janganlah kita maunya cepat aja yah
karena merealisasikan impian anda perlu keseriusan dan komitmen yang
tinggi. Jelas yang paling sulit adalah bukan membuat rencana, melainkan
bagaimana menjalankan rencana itu sendiri sehingga tujuan kita tercapai.
Menurut saya , bagaimana membuat perencanaan keuangan menjadi suatu pertanyaan yang jawabannya bisa anda pelajari atau kalaupun anda tidak mempunyai waktu untuk mempelajari dan membuat sendiri, anda dapat meminta tolong konsultan perencana keuangan untuk membuatkannya untuk anda. Namun setelah itu Apa? Itu hanyalah sebuah guideline atau petunjuk atau suatu rencana terintegrasi yang menyeluruh mengenai suatu perencanaan keuangan keluarga anda, dan belum berarti apa-apa selain hanya sebuah buku report. Pertanyaannya setelah itu Apa?
Demi suksesnya perencanaan keuangan anda, maka mentalitas diri yang harus dijaga, jangan sampai orang menyebut anda NAPO alias No Action Plan Only….he..he….Oleh karena itu ada perlu memiliki 3 sikap mental yang utama yaitu :
1) Disiplin
2) Disiplin
3) Disiplin.
Karena
ternyata untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah karena untuk
disiplin seseorang harus merubah gaya hidupnya yang lama dan itu
seringkali tidak mudah. Padahal Disiplin itu adalah bukti nyata
realisasi sebuah Komitmen. Contohnya orang yang ingin menurunkan
kolestrol dalam darahnya, harus merubah
pola makannya dan gaya hidupnya yang kurang sehat, bisakah dia disiplin
mengurangi makanan berlemak seperti seafood, daging-dagingan dan lebih
banyak makan sayur dan fiber. Kalo dia disiplin yah pasti bisa dan saya
pernah menjalankan pola makan ini ketika kolestrol saya tinggi. Kuncinya
Cuma “Disiplin”. Demikian juga seorang Binaraga yang selalu disiplin
dengan jadwal latihan dan pola makanannya. Sehingga seringkali kita
mendengar Pepatah seperti ini “You What You Eat” atau yang mirip seperti
itu dimana jelas Hukum Menabur
dan Menuai menjadi hukum alam yang digunakan. Ini tidak berbeda lo
dalam berbagai hal…anda perlu mengakumulasi keberhasilan anda dari waktu
ke waktu supaya anda dapat melakukan lompatan keberhasilan berikutnya. Tidaklah
mungkin kalo orang yang hidupnya boros, tidak melakukan skala
prioritas, tidak pernah menabung dan investasi, dan tidak punya
perencanaan keuangan yang jelas eh bahkan juga tidak menjalankan
perencanan keuangan sama sekali , mau hidup lebih enak dan nyaman di
masa depan. Oleh karena itu biasakan diri dengan gaya hidup sederhana
supaya anda tahan menghadapi kerasnya kehidupan masa mendatang.
Ingat
Tuhan hanya mmberkati orang yang sungguh sungguh mau diberkati, bukan
orang yang ogah-ogahan, bagaimana mungkin sawah akan menghasilkan padi,
kalo Bapak Petani tidak rajin mencangkuli, membajaknya dan merawatnya
dari waktu ke waktu sampai musin panen tiba. Demikian juga kehidupan
harus dirawat, kita jalankan tugas dan tanggungjawab kita dan Allah Sang
Pencipta pasti akan melihat ke seriusan kita dan berkatnya pasti akan
turun atas kita.







0 comments:
Posting Komentar