Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam menilai kesehatan
sebuah perusahaan adalah tidak terlepas dari laporan keuangannya dan
analisa-analisa ratio yang ada di dalam laporan keuangan tersebut, demikian juga dengan kesehatan keuangan keluarga juga memerlukan analisa laporan keuangan keluarga bersangkutan.
Sama seperti neraca keuangan perusahaan, kita juga membaginya menjadi
sisi Assets di sebelah kiri dan sisi Liabilty dan Net Worth di sebelah
kanan. Anda dapat membagi sisi Aset menjadi 3 bagian yaitu Aset Likuid (yaitu dana yang setiap saat anda bisa gunakan seperti yang ada di Kas, Giro dan Tabungan) , Aset Personal
(yaitu aset yang umumnya tidak produktif dan hanya digunakan untuk
kepentingan pribadi seperti mobil pribadi, perabot rumah tangga,
perhiasan untuk dipakai sendiri, Elektronik, dsb) dan yang terakhir Aset Investasi
(yaitu aset yang menghasilkan return atau nilainya cenderung meningkat
dari waktu ke waktu, jadi sifatnya produktif dan bukan untuk tujuan
konsumtif seperti Deposito, reksadana, obligasi, saham). Sedangkan sisi Liability dapat dibagi menjadi 2 yaitu Hutang Jangka Pendek (yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun) dan Hutang Jangka Panjang (sisa hutang yang akan jatuh tempo di atas 1 tahun). Sedangkan Net Worth atau kekayaan bersih tinggal mengurangkan antara total aset dengan total liability tersebut. Nah sama seperti analisa laporan keuangan
pada umumnya, bahwa Net Worth ini haruslah selalu dijaga karena
menunjukkan kekayaan bersih dari sebuah keluarga, anda kaya atau tidak
kelihatan dari nilai net worth ini.
Kemampuan untuk mengelola keuangan
dengan selalu melakukan analisa lalu lintas keuangan keluarga guna
mempelajari pola pengeluaran dapat menghasilkan kemampuan untuk
mengendalikan keuangan keluarga yang dapat menghasilkan suatu net cash
flow setiap bulan dari waktu ke waktu. Net Cash flow inilah yang akan
menambah Net Worth atau kekayaan bersih anda. Jadi jangan boros, Bung
dan Non…supaya kekayaan anda bertambah terus. Coba anda bayangkan kalau
tiap bulan nilai deposito dan reksadana anda bertambah, yah besar kecil
relatif yah, tapi yang penting anda bertekad untuk itu sampai tujuan
keluarga anda tercapai. Sedangkan untuk menganalisa lebih detil posisi
kesehatan keuangan keluarga diperlukan analisa ratio-ratio seperti
analisa liquidity ratio, debt ratio, debt service ratio, saving to
income ratio, solvency ratio. Melalui analisa ratio-ratio ini kita dapat
mengetahui posisi kesehatan keuangan kita sehingga kita tahu apa yang
harus diperbaiki dan strategi apa yang harus dilakukan. Analisa ini akan
membantu kita dalam menetapkan tujuan keuangan keluarga.
Strateginya adalah arahkan agar anda sebanyak mungkin memiliki aset
yang produktif, atau ada orang yang menyebutnya investment asset, ada
yang menyebutnya good asset , ada yang menyebutnya positive asset yaitu
aset yang dapat memberikan anda cash flow tambahan, lalu lakukan
investasi tambahan (reinvestment) dengan tetap menjaga posisi likuiditas
anda dan menjaga posisi hutang anda sehingga anda masih memperoleh net
additional cash flow atau economic value added terhadap pengelolaan
hutang anda. Yah berhutang boleh-boleh aja asal jangan hutang untuk
tujuan konsumtif, seperti hutang kredit card untuk beli elektronik atau
hp yang lagi ngetrend. Berhutanglah dengan rasional dengan melihat
manfaat ekonominya buat anda, yah kalo berhutang untuk usaha atau untuk
beli properti yang disewa-sewakan yah okay okay aja tinggal berhitung
aja , you make money or loose money. Kalo masih ada additional value
nya atau menguntungkan dalam jangka panjang atau untuk menghasilkan
return yang memberikan economic value added (net cash flow tambahan
)seteleh dikurangkan biaya hutang tersebut, maka anda telah berhutang
dengan rational. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anda
berhutang untuk tujuan konsumtif sampai-sampai net worth anda lebih
kecil dari hutang anda, saya yakin net worth anda akan segera tergerus
dari waktu ke waktu yang akhirnya anda bisa bangkrut. Nah dalam hal ini
diperlukan cara berpikir yang rational, yah gak perlu lah naik mobil
Eropa yang mewah kalo memang belum dalam kapasitasnya, bukankah lebih
rational kalo kita memilih mobil Jepang yang CC nya lebih kecil. Yah
cita-cita untuk punya mobil mewah boleh-boleh aja Bung, tapi pikirkan
dulu apa semua kebutuhan dan perencanaan keuangan yang prioritas buat
keluarga anda sudah terpenuhi atau belum. Hanya dengan bertindak
bijaksana , anda dapat membantu menolong diri anda sendiri mencapai
tujuan akhir keuangan keluarga anda.
Ingat kalimat Mensana Incorporisano yaitu didalam Tubuh yang Sehat
terdapat Jiwa yang sehat pula, nah sehubungan dengan itu jangan sampai
kita tidak menjaga kesehatan keuangan keluarga kita, kalo sampai gak
menjaga kesehatan yang satu ini, hati-hati lo salah salah nanti jiwanya
juga terganggu, coba aja anda lihat suami istri yang berkelahi hanya
karena masalah keuangan yang tidak sehat ini. Hmm tapi katanya Cinta
adalah segalanya…bisakah Cinta anda mengalahkan masalah yang satu ini.
Nah itu kembali kepada anda sendiri.
Semoga bermanfaat,,amiin








0 comments:
Posting Komentar